Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

Ceritanya pagi itu kita putar-putar cari makan pagi, setelah mengunjungi beberapa tempat makan dan ternyata tutup, akhirnya bingunglah kita. Sementara itu waktu sudah semakin siang, kalau tidak segera merapat buat sarapan, bisa-bisa terlambat ke gereja.

Akhirnya dengan sangat terpaksa sekali kita merapat ke KEHIDUPAN, restoran vegetarian yang terletak di Jalan Pajajaran. Di depan resto tertulis jelas buka mulai jam 8, ya sudahlah daripada tidak sarapan dulu. Dan kedua anak-anak pun langsung cemberut begitu tau kita akan makan di sini, hhhmmmm…..

Terus terang kita sekeluarga belum pernah makan di Kehidupan, dan walaupun sering banget lewat, tapi sebelumnya tidak pernah terlintas sedikitpun untuk mencoba makan di sini, hahaha.. Maklum kita cenderung carnivore, sementara si restoran Kehidupan selain hanya menyediakan makanan vegetarian, juga penampilan luarnya tampak misterius dan kurang meyakinkan.

KE 08 copy

Akhirnya dengan galau kita melangkah masuk ke Kehidupan, dan perasaan was-was itu makin menyeruak begitu masuk. Bagian luar restoran penuh dengan tumpukan kardus, yang awalnya saya pikir parcel Lebaran, eh ternyata jualan Kerupuk Kehidupan. Kerupuk Kehidupan adalah rumput laut yang digoreng crispy, rasanya enak juga, ehm namanya juga gratisan alias free tester! #eh

KE 30 copy

Masuk lagi ke dalam, kita akan melewati sejenis “museum”? Ada banyak monitor yang memutar film yang berlainan, plus sederetan pigura foto. Berhubung waktu itu sedang diburu waktu, kita tidak sempat mengamati apa saja yang disajikan di sana, sepertinya sejenis propaganda. Tapi yang jelas bikin saya semakin illfell, hhmmm…

KE 00 copy

Akhirnya sampailah kita ke bagian restoran KEHIDUPAN di ujung paling belakang gedung. Tempatnya unik, dengan meja kursi yang dicat berwarna putih, dan bantal kursi berwarna biru, plus deretan bunga matahari artificial, berasa sedang berada di kebun. Kesan pertama seperti berada di cafetaria rumah sakit, hihihi… mungkin karena pilihan warna putih biru nya, yang bikin persepsi steril dan hygienic.

KE 01 copy

Ternyata sistem makan di sini model warteg, kita tinggal tunjuk mau makan dengan lauk apa saja, nanti pelayan akan membantu kita mengambilkan nasi beserta lauk sesuai dengan pilihan kita. Dan harganya ternyata murah banget, cukup 8 ribu Rupiah saja buat sepiring nasi dengan 4 sayur, rasanya warteg deket rumah juga ga semurah ini…

KE 04 copy

Yang dimaksud dengan sayur adalah 2 baris yang paling depan, sedangkan baris paling belakang adalah daging. Terdapat belasan macam sayuran yang tersedia di sini, aneka rupa tumisan sayur, sampai bala-bala dan jamur goreng juga ada. Walaupun harga warteg, ternyata semua masakan yang disajikan di sini bukan makanan sembarangan lho..

KE 02 copy

Di atas etalase makanan, terdapat tulisan besar: “Tanpa MSG, Tanpa Bawang, Tanpa Santan, semua sayuran dicuci dengan air garam supaya pestisidanya berkurang” Wow, salut dengan konsep makanan sehat di sini! Persepsi saya selama ini, kalau makanan murah meriah, pastilah kualitas juga sebanding dengan harga, dimana¬†kebersihannya dipertanyakan juga full MSG.

KE 10 copy

Meskipun namanya Restoran Vegetarian, tapi restoran Kehidupan juga ternyata menjual aneka macam daging lho.. Eits, tapi jangan salah, walaupun bentuknya sangat mirip dengan daging betulan, daging yang dimaksud di sini adalah daging-dagingan alias daging artisial yang tentunya dibuat dari bahan-bahan vegan juga. Ada sate, susis, rolade, bola udang, sapi lada hitam, rendang, dan lain sebagainya, keren yak?

KE 11 copyDan di luar dugaan ternyata anak-anak pun makan dengan sangat lahap di sini, hahaha… enak katanya!

KE 14 copy

Inilah dia segala rupa makanan kita pagi itu. Selain mengambil paket 1 nasi + 4 sayur, masih ada juga tambahan Sapi Lada Hitam, Rendang dan Chicken Roll, yang masing-masing dihargai 6 ribu Rupiah saja per buahnya.

KE 16 copy

Persepsi awal saya, daging buatan itu bentuknya mirip dengan tahu dan sejenisnya, ternyata saya salah! Baik chicken roll, rendang maupun sapi lada hitam, semuanya punya tekstur sama persis dengan daging. Sama sekali tidak kelihatan kalau itu palsu, hahaha… Apalagi si daging rendang yang komplit dengan serat-seratnya, mantap!

KE 21 copy

Dan juaranya pagi itu adalah SATE! Sate vegetarian ini sungguh sangat enak sekali, pokoknya wajib coba kalau mampir ke Kehidupan! Harga seporsi isi 5 tusuk sate adalah IDR 24k. Rasanya manis, gurih, enak, dengan tekstur daging yang mirip sate aseli, recommended deh!

KE 22 copy

Untuk Minumannya, kita memesan Liang Tea IDR 7k, Kietna IDR 10k, dan Jus Markisa IDR 10k. Semuanya dengan taste yang memuaskan, tidak encer dan rasanya enak! Saya terutama suka dengan si Kietna yang komplit dengan potongan jeruknya.

KE 03 copy

Hebatnya lagi, tersedia Free Flow Drinking Water alias air putih, jadi sebenarnya tidak perlu beli minuman lagi, karena sudah tersedia yang gratisan! Cocok banget nih mampir ke Kehidupan kalau pas bokek udah akhir bulan, dengan IDR 8k sudah bisa kenyang makan dan minum.

KE 20 copy

Terdapat foto para vegetarian terkenal dunia, ayo tebak ada siapa saja sih?
Ternyata si Batman dan Spiderman juga vegetarian lho… dan masih ada sederetan tokoh terkenal lain seperti: Bill Clinton, Steven Seagal, Alicia Silverstone, Anne Hathaway, Pamela Anderson, Barbie Shu, bahkan si petinju legendaris Mike Tyson.

KE 06 copy

Kehidupan punya area makan yang luas dan nyaman, asik buat makan rame-rame sama teman dan keluarga. Dan harganya yang murah plus konsep sehatnya bikin kita jatuh cinta, rasanya bakalan jadi sering nih mampir ke sini!

Akhir kata: Don’t judge a book from its cover…
Walaupun sempat ill feel sama restoran KEHIDUPAN, ternyata mereka menawarkan sesuatu yang jauh di atas pemikiran kita, bravo!

Ke 12 copy

KEHIDUPAN Tidak Pernah Berakhir..
Jalan Pajajaran no 63, Bandung
Phone: 4205445
jam buka: 08.00 – 22.00

(helen ~ helen yang suka makan)
IG: @helenysm_

← Previous post

Next post →

4 Comments

  1. makanannya recomended tempatnya jg bersih, tapi sayang pelayannya pada jualan tutut alias manyun, kenapa ya?
    dulu pas ngelamar kerjanya kan pasti penuh senyum harap bisa diterima kerja, eh pas ud dapet kerjaanya pada belagu,,,,out az lah ga bikin nyaman
    TQ

  2. Kehidupan tidak pernah berakhir

    Terima kasih atas kunjungan dan ulasan nya,juga apresiasi nya.

    Memang sdh menjadi visi dan misi kami utk mensosialisasikan vegan kpd masyarakat, sehingga masyarakat lbh mudah utk memahami kenapa sih kita perlu beralih ke pola hidup vegan, yg bermanfaat bagi tubuh, pikiran, jiwa, iklim dan lingkungan. Untuk itu disediakan berbagai informasi yg positif, bisa didapatkan di bagian informasi buku atau copy video2 yg ada.

    Be Vegan Make Peace

  3. Kehidupan tidak pernah berakhir

    Mohon maaf kpd saudari Yenni atas kekurangan dr karyawan kami, akan segera kami perbaiki lagi dan semoga ke depan nya akan lebih baik lagi.

  4. Sependapet sama mbak Yenni, pelayannya ga ramah. Saya pertama kali makan disana sama ibu saya. Karna ga ngerti konsepnya, saya sempet nanya sama pelayannya waktu pesen makanan. Njawab tapi dengan tampang kesel gitu. akhirnya saya makan dengan rasa agak ga nyaman. Dari situ saya ga pernah kesana lagi. Males sama pelayanannya. Padahal niat pengen jadi vegetarian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *