Toko Sidodadi

Jadi setiap hari Jumat itu, saya dikasih kesempatan buat anter jemput anak sekolah sekalian me time, thanks ya papih buat kemurahan hatinya. Mayanlah seminggu sekali ke sekolahan anak-anak jadi ga terlalu kuper, dan rada apdet sama gosip-gosip kekinian di sana, hahaha….

Biasanya di waktu kosong beberapa jam itu, saya mampir ke supermarket buat cuci mata, sekalian belanja ini itu, camilan dan teman-temannya. Nah, Jumat kemaren saya mampir ke Yogya Kepatihan, dan tetiba keinget sama toko roti jadoel Sidodadi, sekalian mampir ah….

SD 07 copy

Toko Sidodadi ini sudah berumur hampir 60 tahunan, berdiri sejak tahun 1957, dan hebatnya mampu bertahan di tengah persaingan bakery modern yang muncul di seluruh penjuru kota. Jangan dipandang dari ukuran tokonya yang mungil, Sidodadi ini selalu ramai sekali sepanjang hari, sepertinya roti jadoel ini selalu ada di hati begitu banyak pelanggan setia.

SD 14 copy

Demikian pula waktu saya mampir ke Toko Sidodadi Jumat pagi itu, toko pun penuh sesak, untungnya mereka punya banyak pelayan toko yang sigap dan gesit. Jadi walaupun ramai, tidak perlu menunggu lama, semua pesanan akan segera siap dan kita tinggal membayar di kasir.

SD 02 copy

Selain terkenal dengan roti jadoelnya, Toko Sidodadi juga menjual aneka kue jajan pasar, pilihannya banyak banget, dan semua tampak begitu menggugah selera, hhhmmmm…. ¬†Eh, masih ada pula jualan lain juga lho seperti susu, selai, permen, coklat, dan barang-barang sejenis.

SD 03 copy

Harga roti-roti di sini sangat terjangkau, untuk roti satuan berkisar di IDR 3400-4500, dan roti ukuran besarnya dari IDR 11k-19k. Tentunya cara pembuatan roti di sini masih mempertahankan bahan dan tradisional, sehingga menghasilkan roti ala jadoel yang punya kekhasan aroma maupun cita rasa tersendiri.

SD 15 copy

Jadi jangan berharap anda akan mendapatkan roti yang lembut nan empuk ala bakery di mall yak! Roti Sidodadi bertekstur lebih padat dan berattttt, walaupun ukurannya ga besar tapi bikin kenyang, dan pastinya ngangenin!

SD 18 copy

Dan akhirnya sayapun kalap di Sidodadi, tunjuk ini tunjuk itu, tanpa terasa membeli lebih dari selusin roti untuk dibawa pulang, hahaha… Mulai dari roti horn, keju, smoked beef, srikaya, pisang coklat sampai mocca, kayu manis dan lain-lain, semua berpindah masuk dalam plastik putih khas Sidodadi yang sepertinya masih sama sejak jaman dahulu kala.

SD 21 copy

Ada tulisan pesan layanan masyarakat: Jadilah Peserta KB Lestari! Ehm, padahal tadinya saya kepengen nambah 1 anak lagi lho, tapi merasa tertohok sama tulisan di plastik Sidodadi, ya sud batal sajalah, 2 anak cukup, laki-laki atau perempuan sama saja! #LOL

SD 10 copy

Eits, selain roti jadoelnya yang ngangenin di Sidodadi, ada 1 lagi yang tidak kalah maknyus nih! Tepat di depan Sidodadi, ada ibu yang berjualan carabikang dan sudah ada sejak tahun 1960. Waktu kecil dulu, papa sering bener bungkus bawa pulang carabikang depannya Sidodadi, jaman dulu pan belum banyak jajanan aneh-aneh seperti sekarang, rasanya bahagia sekali menikmati carabikang panas rame-rame sekeluarga. Jadi bagi saya kalau ingat Sidodadi, pasti langsung ingat carabikangnya, hhhmm… penuh kenangan indah!

SD 13 copy

Carabikang di sini ada 3 rasa, yang putih rasa standar alias kelapa, hijau aroma pandan, dan coklat dengan gula merah, semuanya sama-sama enak. Harganya juga murmer IDR 900/pcs atau IDR 10k untuk 1 lusin.

Nostalgia di Toko Roti dan Kuweh-kuweh Sidodadi yuk!

SD 20 copy

Toko Sidodadi
Jalan Oto Iskandardinata no 255, bandung
phone: 022 – 4203361
jam buka: 10.00-20.00

 

(helen ~ helen yang suka makan)
IG: @helenysm_

 

Please like & share:

← Previous post

Next post →

1 Comment

  1. artikelnya bagus, ijin share di http://ksmtour.com ya, terima kasih

Leave a Reply