(Yogyakarta 03) ~ Makan apa di Malioboro?

Rasanya belum sah ke Yogya kalau tidak mampir ke Malioboro, jalanan paling happening yang penuh dengan segala hiruk pikuk dan hingar bingar keramaian. Selain asik buat cuci mata, dan borong oleh-oleh tradisional khas Yogya, tentunya juga seru buat wisata kuliner!

Berikut ini aneka rupa makanan yang sempat saya cicipi di Malioboro, enjoy!

1.  Gudeg
Begitu menginjakkan kaki di Yogyakarta, makanan pertama yang saya inginkan adalah Gudeg! Dan pagi subuh itu setelah titip koper, saya langsung mempelajari sekeliling hotel demi memuaskan cacing-cacing di perut yang mulai meronta-ronta, dan untunglah segera menemukan Gudeg si Mbok tepat di sebelah kanan dari Hotel Jambuluwuk Malioboro tempat saya menginap.

MA 26 copy

Sepiring Gudeg Telur ini, dihargai 10ribu rupiah saja, mantap murah dan nikmatnya! Gudegnya terasa manis khas citarasa Yogya, plus ada tambahan daun pepaya, lalu disiram dengan bumbu kental yang begitu menggoda, puas sampai suapan terakhir!

2.  Lumpia Samijaya

MA 23 copyIni adalah Lumpia Malioboro yang kesohor itu, terletak di depan perbatasan antara toko Samijaya dan hotel Mutiara Malioboro. Tentunya bukan toko, melainkan cuma berupa gerobak kaki lima yang tidak pernah sepi pembeli, hohoho…

MA 21 copy

Di sini saya membeli 2 buah lumpiah saja, yang basah dan kering masing-masing 1 (yang kemudian hari sangat saya sesali kenapa ga beli banyakan, huhuhu….). Harga lumpiah sayur 2rb, lumpiah ayam 3rb dan lumpiah ayam + telur puyuh 3,5rb, murahnya edannnnn lah! Disajikan dengan acar lobak, potongan timun plus cabe rawit, dan rasanya enakkk, apalagi dimakan panas-panas on the spot. Sayangnya sampai hari terakhir di Yogya ga sempet ke sini lagi buat borong lumpiahnya, aseli nyesel banget! Pokonya saya pasti kembali ke Yogya demi Lumpiah Samijaya, hahaha…

3.  Es Dawet Campur
Nah, ibu yang jualan es dawet campur ini posisinya pas di sebelah kiri dari Lumpiah Samijaya, saya tergoda sama gentong-gentong adem yang berasa manggil-manggil waktu lewat sana. Ehm.. terpaksalah saya pesan 1 porsi es dawet campur komplit!

MA 22 copy

Es dawet campur, semangkuk besar dan penuh, harga 5rb saja sodara-sodara. Isinya ternyata super duper komplit, segala rupa buah-buahan seperti kelapa, melon, alpukat, sampe sawo dan …. saya lupa lagi (maklum memory belum di upgrade), plus masih ada cendol, kolang kaling, tape, cincau, selasih dan lain-lainnya. Rasanya pun aseli seger dan enak banget, manisnya pas ga kemanisan, soalnya saya suka illfill sama dessert yang kemanisan. Apalagi dinikmati di udara Yogya yang puanas, top markotop dah, recommended! Apalagi kalo inget harganya cuma 5rb perak, duh jadi pengen balik lagi ke yogya ah..

4.  Soto Ayam 61

MA 25 copy

Selain Gudeg, masih ada juga Soto yang jadi makanan khas Yogya. Saya mampir buat makan siang di Soto Ayam 61, rumah makan soto legendaris di Malioboro yang berdiri sejak tahun 1976, sebelum saya lahir bo… Letaknya di Jalan Ahmad Yani no 61, tidak jauh dari Ramai Mall. Begitu masuk rumah makan saya langsung tergoda dengan etalasenya yang memajang aneka macam makanan enak, sluurrppp….

MA 28 copy

Semangkuk Soto Ayam Pisah Nasi dihargai 15rb rupiah saja, saya suka dengan tekstur ringan dari Soto Ayam 61, kuah soto bening begitu dengan soun, dan suwiran ayam plus taburan seledri, sederhana namun nikmat!
Nah, “bahaya”nya makan di sini, si soto terhidang dengan aneka tambahan yang susah ditolak oleh mata, mulut, dan hati, hahaha…. Ada sate-satean, perkedel, telur coklat, dan otak goreng yang mau ga mau ikutan pindah juga ke piring saya. Mari makan sampai puas!

5.  Lumpiah Semarang Ibu Yuli
Dari tukang soto, saya lagi-lagi tak bisa menahan godaan untuk mampir ke rumah makan di sebelahnya, Lumpia Ayam Asli Semarang Ibu Yuli. Lokasinya di jalan Ahmad Yani no 63, letaknya di hook persis sebelahnya Soto 61.

MA 20 copy

Lumpiah rebung ala Semarang yang enakkkk pisan ini, harga 10rb/pcs, disajikan dengan acar timun, cabe rawit, daun bawang dan saus manisnya yang enak. Sssstt… saya minta ekstra saus lalu diberi tambahan lagi 2 tempat penuh, hohoho.. asik banget! Ehm, tau gitu minta tambah juga daun bawang, acar dan rawitnya yak.. *ngeyel!

Dan ternyata waktu saya asik makan-makan lumpiah di sana, di belakang saya duduk turis Jepang. Si turis ini memanggil pemilik resto dan menunjukkan kalau Lumpia Ayam Asli Semarang Ibu Yuli ini tercantum dalam buku “primbon” wisata Yogya dalam bahasa Jepang miliknya, hihihi… ternyata enaknya terkenal sampai ke Jepang sana lho…

6.   Wedang Ronde
Dan keseruan kuliner di Malioboro pun ditutup dengan Wedang Ronde, yeay! Gerobak yang jualan Wedang Ronde ini banyak bertebaran di sekitaran jalan Malioboro, dan berhubung bingung mesti pilih gerobak yang mana, akhirnya saya pilih yang Mas tukang jualannya paling cakep aja deh… #eh

MA 29 copy

Semangkuk Wedang Ronde seharga 6rb rupiah saja, udah komplit dan hangattttt….. dengan segala rupa ronde, kolang kaling dan roti. Aroma dan rasanya yang khas ngangenin! (atau mas cakepnya yang ngangenin? hahaha….)

Jadi kapan kita makan-makan di Malioboro lagi?

 

Sebelumnya:
Yogyakarta (Part 2) ~ The Beauty of Prambanan

Berikutnya:
Yogyakarta (Part 4) ~ Hotel Jambuluwuk Malioboro

 

(helenysm ~ helen yang suka makan)
IG: @helenysm_

 

Please like & share:

← Previous post

Next post →

2 Comments

  1. Kalau di Malioboro saya juga paling suka makan lumpia Samijaya, saya penduduk asli Jogja aja nggak bosen2 makan disitu, emang enak sih, murah lagi haha 😀

Leave a Reply